Jakarta -Presiden Joe Biden bertemu dengan orang tua Trevor Reed, mantan Marinir Amerika Serikat yang menjalani hukuman penjara sembilan tahun di Rusia, kata Gedung Putih pada Rabu lalu.
“Biden menegaskan kembali komitmennya untuk terus bekerja membebaskan Reed dan warga Amerika lainnya yang ditahan secara salah di Rusia dan di tempat lain," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters Kamis 31 Maret 2022.
Beberapa jam sebelumnya, orang tua Reed mengatakan bahwa anak mereka telah memulai mogok makan sebagai protes karena ditempatkan di sel isolasi. Warga Texas ini juga menyatakan tidak menerima perawatan medis yang layak meskipun khawatir dia menderita TBC.
Pria berusia 30 tahun itu menjalani hukuman penjara sembilan tahun setelah dinyatakan bersalah karena membahayakan nyawa dua polisi saat mabuk dalam kunjungan ke Moskow pada 2019. Dia membantah tuduhan itu dan Amerika Serikat menyebut persidangannya sebagai “teater yang absurd”.
Orang tuanya mengatakan bahwa Reed, yang berada di penjara di wilayah Mordovia, terpapar TBC dari seorang narapidana yang mengidap tuberkulosis aktif pada Desember tahun lalu. Namun, putra mereka belum mendapat tes meskipun kesehatannya memburuk dengan cepat.
Dia dimasukkan ke rumah sakit penjara selama 10 hari, tetapi kemudian kembali ke penjara minggu lalu tanpa menerima "perawatan medis yang berarti di luar sinar-X yang diambil secara tidak benar", kata mereka.
“Pengacara Trevor dapat menemuinya (pada hari Selasa) dan mengkonfirmasi bahwa Trevor memulai mogok makan untuk memprotes dikirim kembali ke isolasi saat menderita TB,” kata orang tuanya dalam sebuah pernyataan.
“Segera setelah dia kembali, Trevor meminta pihak berwenang di gulag IK-12 untuk kembali ke rumah sakit. Sebaliknya, pihak berwenang mengembalikannya ke sel isolasi,” kata mereka.
Reed melakukan mogok makan akhir tahun lalu untuk memprotes penahanannya dan dugaan pelanggaran hak sebelum membatalkannya hampir seminggu kemudian, setelah kehilangan berat badan. Otoritas penjara Rusia membantah bahwa dia telah menolak makanan atau bahwa haknya dilanggar.
Hubungan AS dan Rusia tengah memanas setelah Moskow melakukan serangan ke Ukraina pada 24 Februari lalu. Washington menjadi pemimpin negara-negara Barat dalam menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas invasi tersebut.

Comments
Post a Comment