MELKI BLOG Jakarta - Israel baru-baru ini melakukan penyuntikan vaksin dosis keempat atau booster kedua saat varian Omicron sedang naik. Apakah vaksin dosis keempat benar-benar diperlukan?
Dilansir dari laman healthline.com, Rabu, 15 Desember 2021, perlu tidaknya vaksin dosis keempat masih jadi perdebatan. Sejauh ini, studi telah menunjukkan dua dosis vaksin Covid-19 mungkin tidak akan efektif melawan varian Omicron, meskipun masih menawarkan cukup perlindungan terhadap penyakit parah dan kematian. Inilah yang membuat peluncuran booster di negara-negara dipercepat.
Spesialis penyakit menular dari University of California, Monica Gandhi, mengatakan dosis ketiga sudah memberikan perlindungan terhadap varian Omicron. Hal ini terlihat dari beberapa penelitian sebelumnya.
Sebuah penelitian Israel membandingkan orang-orang yang mendapatkan dosis kedua lima sampai enam bulan yang lalu dan orang-orang yang telah menerima booster sekitar sebulan yang lalu.
Hasilnya, dosis ketiga memberikan perlindungan 100 kali lipat terhadap omicron. Sedangkan penelitian dari Inggris menyarankan suntikan booster atau dosis ketiga untuk mencegah 70 hingga 75 persen orang mendapatkan gejala apapun.
“Dosis ketiga akan membantu meningkatkan perlindungan, tetapi kami belum memiliki alasan untuk dosis keempat,” kata Gandhi kepada Healthline.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga belum memutuskan untuk mendukung suntikan vaksin dosis keempat booster kedua. WHO mengisyaratkan perlu lebih banyak data untuk membuat keputusan.
Comments
Post a Comment