Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempunyai program bantuan kesejahteraan warga lanjut usia atau lansia dengan program Kartu Lansia Jakarta atau KLJ. Setiap lansia menerima Rp 600.000 setiap bulan. Pengadaan KLJ ini sendiri berdasarkan pergub No. 100 Tahun 2019 tentang Pemberian Bantuan Sosial Untuk Pemenuhan Kebutuhan Dasar bagi Lanjut Usia. Melalui akun resmi Instagram @dkijakarta menyebutkan bahwa pada tahun 2021, ada sebanyak 78.169 orang tua di Jakarta menerima manfaat dari Kartu Lansia Jakarta. Tujuan program KLJ ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Prrovinsi DKI Jakarta berupaya memuliakan para orang tua di Jaakrta. Memastikan, di usia mereka yang senja, mereka bisa hidup sejahtera dan bahagia di Jakarta. Pada unggahan yang dinaikan pada Jumat, 29 Oktober 2021 menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan kepada pemilik Kartu Lansia Jakarta tunai sebesar Rp. 600 ribu untuk per orang Lansia selama 1 tahun setiap bulannya. Adapun kriteria penerima bantuan lansia ini yakni -Lansia yang berusia leboih dari 60 tahun -Dalam kondisi status sosial ekonomi terendah dan juga terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial -Bagi Lansia yang identitasnya tidak terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, namun memenuhi syarat penerima manfaat KLJ, maka bisa diusulkan melalui proses Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) di Kelurahan setempat. -Tidak berpenghasilan tetap atau penghasilan sangat kecil sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari dan hidupnya sangat bergantung pada orang lain -Lansia sakit menahun dan hanya bisa terbaring di tempat tidur -Warga usia lanjut yang terlantar secara psikis dan sosial. Pada tahun 2021, alokasi anggaran yang diarahkan untuk pelaksanaan Kartu Lansia Jakarta sebesar Rp. 562 Milyar dan setiap tahunnya penerima manfaat mengalami kenaikan. Data yang dipaparkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2021 ada sebanyak 78.169 orang sedangkan di tahun sebelumnya sebanyak 77.524 orang.
MELKI BLOG Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta mencatat penambahan kasus Covid-19 hari ini sebanyak 113. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyampaikan jumlah itu diperoleh setelah dilakukan tes swab PCR terhadap 27.263 spesimen.
"Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 25.218 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 113 positif dan 25.105 negatif," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 31 Oktober 2021.
Menurut Dwi, hari ini pemerintah DKI juga melakukan tes antigen terhadap 14.942 orang. Hasilnya 7 positif dan 14.935 negatif.
Dwi melanjutkan, kasus aktif hari ini naik 33. Dengan begitu, total pasien Covid-19 yang masih dirawat atau menjalani isolasi sebanyak 957 orang.
Kasus Covid-19 Jakarta secara total kini mencapai 861.540. Pasien yang dinyatakan telah sembuh mencapai 847.021 orang dan meninggal 13.562 orang. Pemerintah DKI mencatat persentase kesembuhan 98,3 persen dan kematian 1,6 persen.
Dwi melanjutkan persentase pasien positif atau positivity rate Covid-19 Jakarta dalam sepekan terakhir tembus 0,4 persen. "Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 12,5 persen," ujar dia.
World Health Organization (WHO) menetapkan standar agar positivity rate tak lebih dari lima persen.
Comments
Post a Comment